Tiga puluh hari kau suruh aku berpuasa
Tiga puluh hari kau suruh aku menjaga mata
Aku masih heran...
Tiga ratus enam puluh jam kau ingin mulutku bungkam
Tapi kau tetap biarkan aku mendengar
Aku pun masih heran...
Ada apa semua ini?
Apakah kau ingin aku menjadi sebongkah patung
yang terbujur kaku melihat dunia?
Atau kau ingin aku menjadi mayat yang tidak bisa apa-apa
13 Oktober 2007
Aku temukan jawabannya
Kau tahan perutku agar aku tetap terjaga
Kau tutup mataku agar aku bisa melihat
Betapa dunia ini rakus dan liar
Mulutku kau bungkam
Agar aku bisa mendengar
Betapa mulut manusia itu kasar
Terima kasih...
Kau telah jauhkan aku
Dari kerakusan dan kekasaran mulut manusia
Hanya satu pintaku padamu
Ampunilah aku...
Taqabballah Minna wa Minkum
Yang Terlupa
Andai kau masih bernafas saat ini
Kau tidak akan tega melihat dunia
Emat belas abad perjuanganmu
Dikotori oleh budak-budakmu sendiri
Mereka sangat mencintaimu
Tapi mereka lupa cinta pembuatmu
Mereka ikuti tingkah lakumu
Tapi mereka jauhi keinginan pembuatmu
Aku heran....
Kenapa mereka saling bertengkar sesama ummatmu
Aku heran...
Kenapa mereka sampai lupa keinginanmu
Bukankah kita ada untuk saling bersama
Bukankah kita ada untuk saling membantu
Oh dunia...
Kekayaanmu telah membuat mereka buta
Aku tidak ingin seperti itu
Berikanlah aku cinta kepadamu dan penciptamu
Kau tidak akan tega melihat dunia
Emat belas abad perjuanganmu
Dikotori oleh budak-budakmu sendiri
Mereka sangat mencintaimu
Tapi mereka lupa cinta pembuatmu
Mereka ikuti tingkah lakumu
Tapi mereka jauhi keinginan pembuatmu
Aku heran....
Kenapa mereka saling bertengkar sesama ummatmu
Aku heran...
Kenapa mereka sampai lupa keinginanmu
Bukankah kita ada untuk saling bersama
Bukankah kita ada untuk saling membantu
Oh dunia...
Kekayaanmu telah membuat mereka buta
Aku tidak ingin seperti itu
Berikanlah aku cinta kepadamu dan penciptamu
Tuesday, September 11, 2007 |
Posted by
Naimulloh Akhyar (Ayenx)
at
11:58 PM
0
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)

